Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Utsman adalah seorang saudagar yang kaya tetapi sangatlah dermawan.Ia juga berjasa dalam hal membukukan Al-Qur'an. Ia adalah khalifah ketiga yang memerintah dari tahun 644 (umur 69–70 tahun) hingga 656 (selama 11–12 tahun). Selain itu sahabat nabi yang satu ini memiliki sifat yang sangat pemalu.
Utsman bin Affan adalah sahabat nabi dan juga khalifah ketiga dalam Khulafaur Rasyidin. ia dikenal sebagai pedagang kaya raya dan ekonom yang handal namun sangat dermawan. Banyak bantuan ekonomi yang diberikannya kepada umat Islam di awal dakwah Islam. Beliau tidak segan-segan mengeluarkan kekayaanya untuk kepentingan Agama dan Masyarakat umum.
Sebagai Contoh :
- Utsman bin Affan membeli sumur yang jernih airnya dari seorang Yahudi seharga 200.000 dirham yang kira-kira sama dengan dua setengah kg emas pada waktu itu. Sumur itu beliau wakafkan untuk kepentingan rakyat umum.
- Memperluas Masjid Madinah dan membeli tanah disekitarnya.
- Beliau mendermakan 1000 ekor unta dan 70 ekor kuda, ditambah 1000 dirham sumbangan pribadi untuk perang Tabuk, nilainya sama dengan sepertiga biaya ekspedisi tersebut.
- Pada masa pemerintahan Abu Bakar,Utsman juga pernah memberikan gandum yang diangkut dengan 1000 unta untuk membantu kaum miskin yang menderita di musim kering.
Ia mendapat julukan Dzunnurain yang berarti yang memiliki dua cahaya. Julukan ini didapat karena Utsman telah menikahi puteri kedua dan ketiga dari Rasullah
yaitu Ruqayah dan Ummu Kaltsum.
Utsman masuk Islam atas ajakan Abu Bakar dan termasuk golongan As-Sabiqun al-Awwalun (golongan yang pertama-tama masuk Islam). Rasulullah
sendiri menggambarkan Utsman bin Affan sebagai pribadi yang paling jujur dan rendah hati di antara kaum muslimin. Diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Aisyah bertanya kepada Rasulullah
, ‘Abu Bakar masuk tapi engkau biasa saja dan tidak memberi perhatian khusus, lalu Umar masuk engkau pun biasa saja dan tidak memberi perhatian khusus. Akan tetapi ketika Utsman masuk engkau terus duduk dan membetulkan pakaian, mengapa?’ Rasullullah menjawab, “Apakah aku tidak malu terhadap orang yang malaikat saja malu kepadanya?”
Nasab dan Sifat Fisikinya
Usman bin Affan lahir pada 574 Masehi dari golongan Bani Umayyah. Utsman bin Affan bin
Abi al-Ash bin Umayyah bin Abdu asy-Syam bin Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab
bin Murrah bin Ka’ab bin Luwai bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin
Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’addu
bin Adnan (ath-Thabaqat al-Kubra, 3: 53).
Amirul mukminin, dzu nurain, telah
berhijrah dua kali, dan suami dari dua orang putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibunya bernama Arwa binti Kuraiz
bin Rabiah bin Hubaib bin Abdu asy-Syams dan neneknya bernama Ummu Hakim, Bidha
binti Abdul Muthalib, bibi Rasulullah. Dari sisi nasab, orang Quraisy satu ini
memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain sebagai keponakan
Rasulullah, Utsman juga menjadi menantu Rasulullah dengan menikahi dua orang
putri beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan keutamaan
ini saja, sulit bagi seseorang untuk mencelanya, kecuali bagi mereka yang
memiliki kedengkian di hatinya. Seorang tokoh di masyarakat kita saja akan
mencarikan orang yang terbaik menjadi suami anaknya, apalagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentulah beliau
akan memilih orang yang terbaik untuk menjadi suami putrinya.
Utsman bin Affan termasuk di antara sepuluh orang sahabat yang
dijamin masuk surga, beliau juga menjadi enam orang anggota syura, dan salah
seorang khalifah al-mahdiyin, yang diperintahkan untuk mengikuti sunahnya.
Utsman adalah seorang yang rupawan, lembut, mempunyai janggut
yang lebat, berperawakan sedang, mempunyai tulang persendirian yang besar,
berbahu bidang, rambutnya lebat, dan bentuk mulutnya bagus.
Az-Zuhri mengatakan, “Beliau berwajah rupawan, bentuk mulut
bagus, berbahu bidang, berdahi lebar, dan mempunyai telapak kaki yang lebar.”
Amirul mukminin Utsman bin Affan terkenal dengan akhlaknya yang
mulia, sangat pemalu, dermawan, dan terhormat. Terlalu panjang untuk
mengisahkan kedermawanan beliau pada kesempatan yang sempit ini. Untuk
kehidupan akhirat, menolong orang lain, dan berderma seolah-olah hartanya
seringan buah-buah kapuk yang terpecah lalu kapuknya terhembus angin yang
kencang.
Penduduk Surga Yang Hidup di
Bumi
Dari Abu Musa al-Asy’ari bahwa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammasuk ke sebuah
kebun dan memerintahkanku untuk menjaga pintu kebun tersebut. Kemudian datang
seorang lelaki untuk masuk, beliau bersabda, “Izinkan dia masuk, kemudian
beritakan kepadanya bahwa ia masuk surga.” Ternyata laki-laki tersebut adalah
Abu Bakar. Setelah itu datang laki-laki lain meminta diizinkan masuk, beliau
bersabda, “Izinkan dia masuk, kemudian beritakan kepadanya bahwa ia masuk
surga.” Ternyata lelaki itu adalah Umar bin al-Khattab. Lalu datang lagi
seorang lelaki meminta diizinkan masuk, beliau terdiam sejenak lalu bersabda,
“Izinkan ia masuk, kemudian beritakan kepadanya bahwa ia masuk surga disertai
dengan cobaan yang menimpanya.” Ternyata lelaki tersebut adalah Utsman bin
Affan.
Kedudukan Utsman Dibanding
Umat Islam Lainnya
Muadz bin Jabal radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya aku melihat bahwa aku di letakkan di sebuah daun timbangan dan
umatku diletakkan di sisi daun timbangan lainnya, ternyata aku lebih berat dari
mereka. Kemudian diletakkan Abu Bakar di satu daun timbangan dan umatku
diletakkan di sisi yang lainnya, ternyata Abu Bakar lebih berat dari umatku.
Setelah itu diletakkan Umar di sebuah daun timbangan dan umatku diletakkan di
sisi yang lainnya, ternyata dia lebih berat dari mereka. Lalu diletakkan Utsman
di sebuah daun timbangan dan umatku diletakkan di sisi lainnya, ternyata dia
lebih berat dari mereka.” (al-Ma’rifatu wa at-Tarikh,
3: 357).
Hadis yang serupa juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari jalur
Umar bin al-Khattab.
Hadis ini menunjukkan kedudukan Abu Bakar, Umar, dan Utsman
dibandingkan seluruh umat Nabi Muhammad yang lain. Seandainya orang-orang
terbaik dari umat ini dikumpulkan, lalu ditimbang dengan salah seorang dari
tiga orang sahabat Nabi ini, niscaya timbangan mereka lebih berat dibanding
seluruh orang-orang terbaik tersebut.
Kabar Tentang Kekhalifahan
dan Orang-orang Yang Akan Memberontaknya
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata, Rasulullah pernah
mengutus seseorang untuk memanggil Utsman. Ketika Utsman sudah datang, Rasulullah
menyambut kedatangannya. Setelah kami melihat Rasulullah menyambutnya, maka
salah seorang dari kami menyambut kedatangan yang lain. Dan ucapan terakhir
yang disampaikan Rasulullah sambil menepuk pundak Utsman adalah
“Wahai Utsman, mudah-mudahan Allah akan memakaikanmu sebuah
pakaian (mengamanahimu jabatan khalifah), dan jika orang-orang munafik ingin
melepaskan pakaian tersebut, jangalah engkau lepaskan sampai engkau bertemu
denganku (meninggal).” Beliau mengulangi ucapan ini tiga kali. (HR. Ahmad).
Diangkatnya Utsman Sebagai Khalifah Ketiga
Setelah wafatnya Umar bin Khattab sebagai khalifah kedua, diadakanlah musyawarah untuk memilih khalifah selanjutnya. Ada enam orang kandidat khalifah yang diusulkan yaitu Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Abdul Rahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqas, Zubair bin Awwam dan Thalhah bin Ubaidillah. Selanjutnya Abdul Rahman bin Auff, Sa’ad bin Abi Waqas, Zubair bin Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah mengundurkan diri hingga hanya Utsman dan Ali yang tertinggal. Suara masyarakat pada saat itu cenderung memilih Utsman menjadi khalifah ketiga. Maka diangkatlah Utsman yang berumur 70 tahun menjadi khalifah ketiga dan yang tertua, serta yang pertama dipilih dari beberapa calon. Peristiwa ini terjadi pada bulan Muharram 24 H. Utsman menjadi khalifah di saat pemerintah Islam telah betul-betul mapan dan terstruktur.
ia adalah khalifah kali pertama yang melakukan perluasan masjid al-Haram (Mekkah) dan masjid Nabawi (Madinah) karena semakin ramai umat Islam yang menjalankan rukun Islam kelima (haji). ia mencetuskan ide polisi keamanan bagi rakyatnya; membuat bangunan khusus untuk mahkamah dan mengadili perkara yang sebelumnya dilakukan di masjid; membangun pertanian, menaklukan Syiria, Afrika Utara, Persia, Khurasan, Palestina, Siprus, Rodhes, dan juga membentuk angkatan laut yang kuat. Jasanya yang paling besar adalah saat mengeluarkan kebijakan untuk mengumpulkan Al-Quran dalam satu mushaf.
Selama masa jabatannya, Utsman banyak mengganti gubernur wilayah yang tidak cocok atau kurang cakap dan menggantikaannya dengan orang-orang yang lebih kredibel. Namun hal ini banyak membuat sakit hati pejabat yang diturunkan sehingga mereka bersekongkol untuk membunuh khalifah.
Kematiaan Utsman bin Affan
Khalifah Utsman kemudian dikepung oleh pemberontak selama 40 hari dimulai dari bulan Ramadhan hingga Dzulhijah. Beliau diberi 2 ulimatum oleh pemberontak (Ghafiki dan Sudan), yaitu mengundurkan diri atau dibunuh. Meski Utsman mempunyai kekuatan untuk menyingkirkan pemberontak, namun ia berprinsip untuk tidak menumpahkan darah umat Islam. Utsman akhirnya wafat sebagai syahid pada bulan Dzulhijah 35 H ketika para pemberontak berhasil memasuki rumahnya dan membunuh Utsman saat sedang membaca Al-Quran. Persis seperti apa yang disampaikan Rasullullah
perihal kematian Utsman yang syahid nantinya, peristiwa pembunuhan usman berawal dari pengepungan rumah Utsman oleh para pemberontak selama 40 hari. Utsman wafat pada hari Jumat 18 Dzulhijjah 35 H.[3] Ia dimakamkan di kuburan Baqi di Madinah.
Nasab
dan kelahirannya:
Beliau adalah Umar bin khattabbin Nufail bin
Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurdh bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin
Lu’ai bin Ghalibbin Al-Qursy Al-Adawi.Panggilannya Abu Hafsah.julukan beliau
adalah Al-Faruq.Adapun ibunya bernama Hantamah binti Hasyim bin Al-Mughirah bin
Abdullah bin Umar bin Makzhum
Umar
bin khattab masuk islam:
Umar bin khattab memeluk agama islam di usia
26 tahun,tepat pada tahun ke 6 dari kenabian. Rasulullah SAW bersabda yg artinya:”Sungguh
Allah telah meletakkan kebenaran pada lidah dan hati Umar”.Ali bin Abi thalib
juga menuturkan”Orang yg paling baik di kalangan umat ini setelah nabi adalah
Abu bakar selanjutnya Umar”.
Konstribusi
Umar bin khattabuntuk islam:
Umar bin khattab banyak memberikan sumbangsih
da n konstribusi untuk islam & umatnya,diantaranya:
1.Dia adalah orang pertama yg berhijrah
2.Khalifah pertama yg di beri gelar Amirul
mukminin
3.Dia membuat kalender islam
4.Dia mengumpulkan kaum muslimin untuk
melaksanakan qiyamul lail di bulan suci ramadhan
5.Dia memberi isyarat ‘lampu hijau’ proyek
pengumpulan Al-Qur’an
6.Dia memberikan hadiah,pnghargaan untuk para
hafiz(penghafal) Al-Qur”an
7.Dia memberikan tanda pengenal khusus untuk
Ahlu dzimah
8.Dia menetapkan wajib militer
9.Dia membuat surat keputusan secara tertulis
10.Dia menggontrol sendiri kondisi rakyatnya
di malam hari.
Dan masih banyak lagi.
Sikap
dan kepribadian Umar bin khattab:
Sopan santun.
Diriwayatkan dari Ibnu Al-Jauzi, dia berkata,
“Pada suatu malam umar bin khattab, sedang mengotrol keadaan penduduk kota
madinah.tiba-tiba dia melihat ada kobaran api dalam tenda,Umar bin khattab
berteriak memanggil mereka dengan mengatakan.”Hai,penghuni cahaya.” Dia tidak
mau memanggil mereka dengan sebutan “Hai,penghuni api”,Karena Dia ingin
memanggil dengan sebutan yg baik dan menyenangkan. Sungguh dalam dirinya
terdapat akhlakul karimah.
Tepat janji.
Barid bin Jarir meriwayatkan dari
ayahandanya,dari Umar ra. Dia berkata. “Ketika itu orang-orang sibuk
memperebutkantanah Irak dan memerangi orang asing.Jalanlah bersama rakyatmu.Apa
yg engkau dapatkan,maka hakmu adalah seperempat.” Setelah harta rampasan perang
jalaula’ dikumpulkan, Jarir meminta haknya seperempat dari harta tersebut.Kemudian
Sa’ad melaporkan hal ini kepada Umar bin khattab, setelah surat tersebut sampai
dan umar mengetahui kabar itu,Umar bin khattab membalasnya dan melayangkan
surat yang berbunyi,”Pendapat Jarir
memang benar,saya sendiri yang mengatakan itu kepadanya,kalau memang dia
dan pasukannya berangkat berperang,maka berikanlah hak mereka. Kalau mereka
berangkat berperang karna AllahSWT, AgamaNya,dan kekasihNya, maka dia adalah
tergolong dalam pejuang kaum muslimin. Mereka mendapatkan hak yang diperoleh
kaum muslimin yang melaksanakan kewajiban seperti mereka.” Setelah surat
keputusan sampai ke tanga Sa’ad,Dia langsung menyampaikannya kepada Jarir.lalu
Jarir berkata,”Memang benar apa yang di sampaikan Amirul mukminin itu.Dan saya
sendiri memang tidak terlalu memerlukannya,karena saya seorang pejuang kaum
muslimin.”
Rendah hati.
Amirul mukminin Umar bin khattab ra bertemu
dengan seorang anak kecil di tengah jalan jantung kota Madinah. Umar ra berkata
kepada anak itu,”Nak,berdo’alah kepada AllahYang Maha Pengasih supaya Dia
mengasihi kita.” Para sahabat berkata,”Wahai Amirul mukminin,bagaimana bisa
anda meminta seorang anak kecil untuk mendoakan,sementara anda sendiri adalah
termasuk dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga,” Uma ra
menjawab,”Ya,benar saya memang miminta di doakannya,karena anak itu masih kecil
belum baligh,belum memiliki dosa yang mengotori kesuciannya Doa anak itu Insya
Allah mustajab. Sedangkan kita sudah terlalu banyak dosa dan berlumur noda
hitam
Keperdulian terhadap umat.
Ø Ketika kaum muslimin sedang dilanda kelaparan, Umar bin khattab ra naik
mimbar dengan perut keroncongan.Sambil menahan lapar yang tidak kepalang.Umar
bin khattab berpidato di hadapan orang-orang.Dia mengatakan kepada
perutnya,”Hai perut, walau engkau terus meronta-ronta,keroncongan,saya tetap
tidak akan menyumpalmu dengan daging dan mentega sampai umat Muhammad merasa
kenyang.”
Ø Abdurrahman bin Abu bakar meriwayatkan dari ayahnya,dia berkata,”Umar
bin khattab datang.Dia membawa sepotong roti dan minyak.Untuk menghilangkan
rasa laparnya,roti dan minyak itu di santap begitu saja sambil berkata,”Hai
perut! Demi Allah,engkau akan terusku latih menikmati roti dengan mentega ini
saja,selama mentega di jual di pasar.”
Adil.
Malik meriwayatkan dari Said bin Musib, dia
berkata,”Terjadilah cekcok antara seorang muslim dengan yahudi,kemudian mereka
mengangkat masalah itu kepada Umar bin khattab ra.Umar bin khattab ra menilai
yang benar adalah orang yahudi tersebut dan memutuskan perkara selesai,” si
yahudi berkata,”Demi Allah sungguh tepat apa yang kau putuskan ini” kemudian
Umar bin khattab ra memukulnya dengan dirah (cambuk yang ada ditangannya) dan
berkata,”Apa yang engkau tahu ?” yahudi itu menjawab,”Demi Allah,sesunggunya
dalam kitab Taurat disebutkan,”Seorang hakim yang memutuskan suatu perkara,di
sebelah kanannya ada malaikat,dan di sebelah kirinya ada malaikat yang
menampinginya.Kedua malaikat itu mendukung sang hakim untuk mengeluarkan
putusan yang benar,dan selama itu benar,mereka bersamanya,tetapi kalau seorang
hakim meninggalkan yang benar maka kedua malaikat itupun meninggalkannya.
10
Petuah Umar bin Khattab ra:
1.Umar melayangkan surat kepada Abu Musa
Al-Asyari,” Barang siapa yang niatnya tulus dan ikhlas niscaya Allah memberinya
kecukupan antara dia dan orang lain
2.Umar ra berkata,”Bertemu dan mengunjungi
saudara dapat menghilangkan perasaan duka dan sedih.maka jika Allah memberimu
karunia mendapatkan cinta dan kasih saang seseorang,maka indahkanlah”
3.”Jauhilah rasa kenyang,karena itu akan
memberatkan hidupmu dan menyusahkan kematianmu”
4.”Dulunya kami adalah orang-orang yang hina,kemudian
Allah SWT menganghkat derajat kami dengan islam.Seandainya kami mengiinginkan
kemuliaan dari selain islam.Sungguh Allah SWt akan mencela dan menghina kami”
5.Laki-laki sejati adalah yang bukan kuat
gertakan dan hentakan ancamanya. Tetapi yang bisa menjalankan amanah dengan
baik dan menjaga kehormatan orang lain.
6.Jika ada hewan kendaraan di irak,maka Allah
SWT menanyakan tentang itu kepadaku.”Mengapa kendaraan itu tidak bisa berjalan
wahai Umar?”
7.”Perbanyaklah anggota keluarga ,Sungguh
kalian tidak mengetahui melalui tangan siapa rezeki itu datang
8.Perbanyaklah duduk bersma orang-orang yang
bertaubat.Sungguh mereka adalah orang-orang yang berhati lembut
9.Jangan pernah membiarkan istri sendiri,walau
anda mengajarinya menghafal Al-Qur’an
10.Ada tiga jenis orang ketika menghadapi
maslah:
Ø Pertama. Menyelesaikan masalah dengan idenya yang justru semakin
merusak
Ø Kedua. Menyelesaikan masalah dengan berkonsultasi dan memusyawarahkan dengan yang lebih ahli
Ø Ketiga. Bingung dan tidak tahu menyelesaikan masalah tetapi tidak mau
mencari solusi dan tidak mau mendengar
saran dan solusi orang lain
Perisriwa
terbunuhnya Umar bin khattab
Sebelum matahari terbit hari Rabu itu tanggal
empat Zulhijah tahun ke-23 Hijri Umar keluar dari rumahnya hendak mengimami
salat subuh. Ia menunjuk beberapa orang di Masjid agar mengatur saf sebelum
salat. Kalau barisan mereka sudah rata dan teratur, ia datang dan melihat saf
pertama. Kalau ada orang yang berdiri lebih maju atau mundur, diaturnya dengan
tongkatnya. Kalau semua sudah teratur di tempat masing-masing, mulai ia
bertakbir untuk salat. Saat itu dan hari itu tanda-tanda fajar sudah mulai
tampak. Baru saja ia mulai niat salat hendak bertakbir tiba-tiba muncul seorang
laki-laki di depannya berhadap-hadapan dan menikamnya dengan khanjar tiga atau enam kali, yang sekali
mengenai bawah pusar. Umar merasakan panasnya senjata itu dalam dirinya, ia
menoleh kepada jemaah yang lain dan membentangkan tangannya seraya berkata:
”Kejarlah anjing itu; dia telah membunuhku!” Dan anjing itu Abu Lu’lu’ah
Fairuz, budak al-Mugirah. Dia orang Persia yang tertawan di Nahawand, yang
kemudian menjadi milik al-Mugirah bin Syu’bah. Kedatangannya ke Masjid itu
sengaja hendak membunuh Umar di pagi buta itu. Ia bersembunyi di bawah
pakaiannya dengan menggenggam bagian tengahnya khanjar bermata dua yang tajam. Ia bersembunyi di salah satu sudut
Masjid. Begitu salat dimulai ia langsung bertindak. Sesudah itu ia menyeruak
lari hendak menyelamatkan diri. Orang gempar dan kacau, gelisah mendengar itu.
Orang banyak datang hendak menangkap dan menghajar anjing itu. Tetapi Fairuz
tidak memberi kesempatan menangkapnya. Malah ia menikam ke kanan kiri hingga
ada dua belas orang yang kena tikam, enam orang meninggal kata satu sumber dan
menurut sumber yang lain sembilan orang. Dalam pada itu datang seorang dari
belakang dan menyelubungkan bajunya kepada orang itu sambil menghempaskannya ke
lantai. Yakin dirinya pasti akan dibunuh, Fairuz bunuh diri dengan khanjar yang
digunakan menikam Amirulmukminin.
Tikaman yang mengenai bawah pusarnya itu telah
memutuskan lapisan kulit bagian dalam dan usus lambung yang dapat mematikan.
Konon Umar tak dapat berdiri karena rasa perihnya tikaman itu, dan terhempas
jatuh. Abdur-Rahman bin Auf segera maju menggantikannya mengimami salat. Ia
meneruskan salat itu dengan membaca dua surah terpendek dalam Quran: al-Asr dan
al-Kausar. Ada juga dikatakan bahwa orang jadi kacau-balau setelah Umar
tertikam dan beberapa orang lagi di sekitarnya. Mereka makin gelisah setelah
melihat Umar diusung ke rumahnya di dekat Masjid. Orang ramai tetap kacau dan
hiruk-pikuk sehingga ada yang berseru: Salat! Matahari sudah terbit! Mereka
mendorong Abdur-Rahman bin Auf dan dia maju salat dengan dua surah terpendek
tersebut.
Sumber kedua ini sudah tentu lebih dapat
diterima. Dalam suasana kacau begitu barisan orang untuk salat kembali sudah
tidak akan teratur lagi, sementara Amirulmukminin tergeletak bercucuran darah
di depan mereka, dan darah orang-orang yang juga terkena tikam bergelimang di
sekitar mereka, dan si pembunuh juga sedang sekarat di tengah-tengah mereka!
Andaikata – dengan penderitaan akibat beberapa kali tikaman itu – kita dapat
membayangkan Umar sedang berpikir untuk meminta Abdur-Rahman bin Auf
menggantikannya salat – suatu hal yang jauh dapat dibayangkan akal – tidaklah
kita dapat membayangkan saat itu orang dapat mengatur barisan sementara mereka
dalam suasana kegamangan dan ketakutan. Tentunya ketika itu Umar sudah diusung
ke rumahnya di dekat Masjid dalam keadaan sadar atau pingsan karena dahsyatnya
tikaman itu dan orang-orang mengelilinginya ketika dibawa masuk kepada
keluarganya. Orang-orang yang terkena tikam dan dibawa keluar dari Masjid atau
dipindahkan ke sekitarnya itu, sudah diberi pertolongan. Mayat Fairuz juga
dikeluarkan dan dibawa ke Butaiha. Setelah itu orang kembali ke Masjid dan
membicarakan kejadian itu sampai kemudian ada orang yang mengingatkan mereka
akan waktu salat. Ketika itulah mereka meminta Abdur-Rahman bin Auf untuk
mengimami salat.
Umar menanyakan siapa yang membunuhnya?
Umar sedang membujur di tempat tidur menunggu
Ibn Abbas kembali membawa jawaban atas pertanyaannya itu, sambil menunggu
kedatangan seorang tabib yang diminta oleh keluarganya. Setelah Ibn Abbas
kembali dan menyampaikan apa yang dikatakan orang banyak itu, dan disebutnya
juga bahwa yang menikamnya Abu Lu’lu’ah dan yang juga menikam beberapa orang
kemudian menikam dirinya, Umar berkata: “Alhamdulillah bahwa saya tidak dibunuh
oleh Muslim. Tidak mungkin orang Arab akan membunuh saya!”
Setelah datang seorang tabib dari Arab
pedalaman ia menuangkan minuman anggur kepada Umar. Minuman anggur itu sama
dengan darah waktu keluar dari bekas luka yang dibawah pusar. Abdullah bin Umar
memanggil seorang tabib dari Ansar dan yang lain dari Banu Mu’awiyah. Ia
menuangkan susu kepada Umar, dan yang keluar dari bekas lukanya itu susu juga,
putih, warnanya tak berubah. Lalu katanya: Amirulmukminin, berwasiatlah!
Maksudnya sudah dapat dipastikan Umar akan meninggal. Kata Umar: Anda meyakinkan
saya, orang Banu Mu’awiyah. Kalau bukan itu yang Anda katakan, niscaya saya
katakan Anda berdusta. Mendengar kata-kata tabib itu mereka yang hadir
menangis, karena sudah merasa cemas. Tetapi Umar berkata: “Jangan menangisi
kami. Barang siapa mau menangis keluarlah. Tidakkah kalian mendengar kata
Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam: Mayat itu akan mendapat azab karena
ditangisi keluarganya!
Dalam keadaan sakit parah tersebut, Umar bin
Khattab masih memikirkan nasib Muslimin sesudah ia tiada nanti. Selain itu ia
juga menunjuk beberapa sahabat (majelis syura) yang akan menggantikan
kedudukannya sebagai Amirulmukminin, yang kemudian dilakukan musyawarah dan
ditunjuklah Usman bin Affan. Sebelum wafat, Umar menyelesaikan hutang-hutangnya
lalu ia mengadakan perhitungan dengan hati nuraninya sendiri mengenai segala
sesuatu yang sudah dikerjakannya, karena ia sangat takut akan perhitungan
dengan Tuhannya. Umar juga berkeinginan bisa dimakamkan di sebelah Rasulullah
dan Abu Bakr As-Siddiq, dan keinginan ini disetujui oleh Aisyah Ummulmukminin.
Pada hari Kamis (11-09-2014), Mahasiswa didik beserta Staff Pengajar dan Tim Manajemen Universitas Umar Usman berkunjung ke salah satu pabrik usaha kuliner 'ICHI GROUP' milik Bapak Kuwat Subagja di daerah Bandung, Jawa Barat.
Selain berkunjung untuk melihat langsung aktifitas di salah satu pabrik kuliner terkenal di Jawa Barat itu, Mahasiswa Didik Universitas Umar Usman juga mendapatkan beberapa Matrikulasi penting dalam hal menjalankan bidang kewirausahaan.
Beberapa Poin Penting diantaranya adalah:
7 Pola Sukses
- Impian Besar, Visi Besar. Kita harus memiliki mimpi yang besar, namun tetap logis sesuai dengan kapasitas kita.
- Jadilah Pembelajar yang Baik. Carilah ilmu ke manapun, dalam kesempatan apapun, dan kepada siapapun.
- Kerja Keras. Kerja Cerdas. Kerja Tuntas
- Fighting Spirit. Belajarlah dengan memperhatikan dan memahami orang-orang disekeliling kita. Siapapun itu, tidak menutup kemungkinan seorang anak kecil sekalipun.
- Spirit Religius. Tetap jalani proses sesuai dengan aturan dan norma - norma keagaman Islam yang berlaku.
- Banyak Berbagi, Banyak Sedekah
- Banyak Pelatih/ Mentor. Perbanyak mencari pelatih atau pembimbing, untuk melihat potensi dan kemampuan didalam diri kita.
Dobrak 'Mental Block' mu
- Berani Mencoba - Action!!
- Jangan berfikir kendala, karena bisa menghambat proses
- Berfikirlah Positif
- Fighting Spirit (#A, poin 4)
- Targetnya adalah HASIL
- Fokus
- Anda adalah Penentu Sukses.
Menjadi Seorang Owner Bisnis
- Membuka / Menciptakan Brand Sendiri
- Bekerjasamalah dengan Profesional
- Bangun Sistem - Lalu Kembangkan
- Bermitra dengan Pihak Lain (yang sudah terlebih dahulu menjalankan sistem)
- Menyesuaikan Keadaan/ Program dengan mengikuti Perkembangan yang terjadi disekitar kita.
Itulah beberapa poin penting Matrikulasi yang disampaikan oleh Bapak Kuwat Subagja Owner 'ICHI GROUP' kepada Mahasiswa Didik Universitas Umar Usman yang berjalan di bidang kewirausahaan.
Semoga beberapa materi yang disampaikan ini bermanfaat untuk kita semua, dan bisa di terapkan dalam hal menjalankan bisnis agar lebih maju dan berkembang kedepannya.
Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Popular Posts
-
Semangat Pagi Boss ! Kali ini kita akan ngebahas tentang profil semua tim manajemen kampus Umar Usman. Mungkin bos-bos sekalian udah p...
-
Jadwal kali ini adalah mengikuti seminar yang diisi oleh bapak adam nova. Adam nova adalah seorang business coaching. beliau telah men...
-
Bismillahirrahmanirrahim… Surah Ar-Rahman adalah surah ke-55 dalam al-Qur'an. Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pe...
-
Bos-bos yang saya cintai, saya kira hari itu tepatnya 2 Oktober adalah hari yang cukup special. Mengapa saya katakan demikian ? Karena s...
-
Assalamu'alaikum wr. wb. Pada hari Kamis (11-09-2014), Mahasiswa didik beserta Staff Pengajar dan Tim Manajemen Universitas Umar Us...
-
Nasab dan kelahirannya: Beliau adalah Umar bin khattabbin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurdh bin Razah bin Adi bin ...
-
Kami berprinsip, membahagiakan orang lain alangkah lebih baik jika kami pun bahagia melakukannya. Jika kami ikhlas dan tidak terpa...
-
Utsman adalah seorang saudagar yang kaya tetapi sangatlah dermawan. Ia juga berjasa dalam hal membukukan Al-Qur'an . Ia adalah kh...
-
Sekolah Umar Usman, diinisiasi oleh Ippho Santosa bersama Dompet Dhuafa pada tahun 2011. Ippho Santosa merupakan pakar otak kanan sekal...
-
Kebersihan adalah sebagian dari iman. Di dalam islam sangat menjunjung tinggi kebersihan kerapihian dan juga ke indahan.Seseorang tidak...



